Memulai Liga. Musim Championship League 2025/2026 bersama PSMS Medan sudah saya jalani dengan total 27 pertandingan dan dengan seluruh persiapan menghadapi semua pertandingan tersebut. Awal musim membersamai coach Kashartadi pada waktu itu kami memulai pree season pada tanggal 2 Agustus 2025 dan kickoff pada 12 September 2025 bersama beliau dengan 14 pertandingan dan di lanjutkan coach Eko Purdjianto dengan 13 pertandingan yang akhir liga kami finish di 7 klasemen dengan raihan 9 menang, 9 seri dan 9 kalah. Di kemudian hari sebagai staf pembantu head coach, tentu ingin memberikan bantuan yg optimal untuk mencapai top performa dan tim berada di top klasemen.

Pertandingan championship league telah selesai. Pertandingan ke-27 selesai di Banda Aceh pada tanggal 2 mei 2026 melawan Persiraja Banda Aceh yg pada saat itu kami meraih hasil seri 1-1. Setelah itu tim di bubarkan, semua staf pulang ke kampung halaman masing-masing untuk refresh setelah mengarungi panjangnya kompetisi. Bagi saya kembali ke keluarga adalah prioritas utama setelah 9 bulan fokus dengan persiapan tim. Membersamai keluarga kecil saya, jalan dan makan bersama anak & istri, membersamai tumbuh kembang kedua anak saya, juga berkunjung ke rumah orang tua serta saudara di kampung halaman. Dimasa Off Season saat ini saat yang tepat untuk merefleksi semua perjalanan dimana saya memulai pekerjaan di tim, bagaimana saya bekerja menganalisa performa tim juga analisa tim lawan untuk menyajikan analisis yg objektif sehungga bisa membantu keputusan teknis Head Coach.

Merefleksikan pekerjaan. Melihat vidio rekaman dan data-data analisa adalah hal terpenting dimana saya perlu mengulas lagi seberapa tingkat objektif saya menganalisa sebuah pertandingan maupun latihan. Bagi saya merefleksikan semua pekerjaan adalah bagian terpenting, karena di masa depan saya ingin berkembang lebih baik dari apa yg saya lakukan saat ini. Selain mengulas data-data analisa yg saya kerjakan selama di tim, saya selalu kontak dengan kolega, kontak dengan kolega / orang terdekat akan membantu menkritisi objektifitas pekerjaan dan saya percaya dengan critizize orang lain membuat saya semakin berkembang.
Belajar dengan dengan kolega yang survive di kepelatihan. Suatu hari saya telfon via watsap dengan kolega saya yg jauh lebih dulu survive dari saya, coach Yusuf Prasetyo yang saya kontak. Beliau saat ini bekerja sebagai technical director di salah satu tim profesional negara Kirgiztan, FC Abdyshata. Kami ngobrol tentang pengembangan diri sebagai seorang pelatih sepakbola, dimana pusat pengembangan diri ada pada kesadaran kemauan belajar yang kuat. Dengan kemauan belajar yang kuat kita telah memulai sebuah pekerjaan di mana kenyataannya di dalam pekerjaan akan bertemu berbagai masalah, dimana kita harus cepat memutuskan solusinya dengan berpatokan pada pengetahuan-pengetahuan yang kita telah pelajari. Sebagai contoh di dalam pekerjaan seorang analist, ketika tim lawan sedang memakai strategi low block defensive seorang analist akan cepat menganalisa bagaimana harus membuat catatan per catatan untuk membantu head coach menentukan kontra taktikal melawan low block defensive . Ketika membuat analisis secara objektif menjadikan kesadaran penuh bahwa ini sangat penting, kebiasaan ini akan terulang di kemudian hari dan menjadi otomatisasi di aktivitas pekerjaan sebagai football coach analist. Semakin terulang-ulang terus bisa menganlisa secara objektif, kemungkinan besar ketika menghadapai problem yang sama semakin terbiasa dengan aktvitas tersebut.
Mengikuti kursus Analisis. Membangun kebiasaan kecil hari ini adalah wujud menciptakan masa depan. Mendapatkan dorongan untuk mengikuti kursus online oleh coach Yusuf Prasetyo adalah provoke untuk saya di mana hal ini tidak akan saya lewatkan begitu saja. Kursus yg saya ikuti adalah “2026 World Cup Tactical Analysis” oleh Raymond Varheijen (football coach evolution). Sebagai pelatih sepakbola yang menyukai analisis, kemampuan menganalisis secara objektif sangat penting dan saya sangat bersemangat untuk itu.. Terimakasih..
